PENGENALAN DAN SOSIALISASI INSTRUMEN TES KEBUGARAN JASMANI “SEGER”
Pengabdian dilaksanakan oleh Mahasiswa PPG Prajabatan serta Dosen Prodi Penjaskesrek UNP Kediri
Metode SEGER (Squat, Energi, Gerak, Elevate, Rep) yang terdiri dari Squat to Stand, Jog In Place, Jumping Jack, Vertical Jump, dan Cross Step) hadir sebagai solusi praktis untuk mengukur dan meningkatkan kebugaran jasmani dalam waktu singkat, yaitu hanya 10 menit. Metode ini dirancang untuk semua kalangan baik dari usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, maupun jenis kelamin dan aktifitas fisik yang dilakukan saat itu. Dengan rangkaian gerakan yang sederhana namun efektif, metode SEGER dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, kelenturan, keseimbangan, dan kapasitas kardiovaskular.
Selain itu, metode SEGER juga dirancang untuk meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh, yang merupakan komponen penting dalam kebugaran jasmani. Menurut penelitian oleh (Hrysomallis, 2011), latihan yang melibatkan koordinasi dan keseimbangan dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan performa fisik secara keseluruhan. Dengan demikian, metode SEGER tidak hanya membantu meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga mendukung kesehatan fisik jangka panjang.
Tujuan Kegiatan Pengenalan dan Sosialisasi Instrumen Tes Kebugaran Jasmani “SEGER” diselenggarakan dengan tujuan untuk : a) Memperkenalkan instrumen tes kebugaran jasmani “SEGER” kepada guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta peserta didik sebagai instrumen baru yang dapat digunakan untuk mengukur kebugaran jasmani secara objektif dan terstandar. b) Mendorong penerapan instrumen “SEGER” secara mandiri oleh satuan pendidikan sebagai bagian dari sistem evaluasi pembelajaran PJOK yang berkelanjutan dan berbasis data. c) Menghasilkan data awal kebugaran jasmani peserta didik yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk merancang program pembinaan jasmani dan perencanaan kegiatan olahraga sekolah yang lebih tepat sasaran.
Manfaat kegiatan ini diantaranya, yaitu : a) Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai instrumen tes kebugaran jasmani yang baru, terstandar, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di Indonesia. b) Meningkatkan kesadaran diri terhadap pentingnya menjaga kebugaran jasmani sebagai bagian dari pola hidup sehat dan aktif. c) Memiliki data dasar mengenai kondisi kebugaran peserta didik yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan program pembinaan jasmani.
Tempat kegiatan pengenalan dan sosialisasi ini dilaksanakan di SMPN 7 Kota Kediri dan SDN Bawang 1 Kota Kediri. Dengan waktu pelaksanaan kegiatan pada tanggal 28 April 2025 dan 20 Mei 2025, pada kelas 9, 10 di SMPN 7 Kediri dan kelas 4, 5 di SDN Bawang 1. Tata cara pelaksanaannya dilakukan dengan memberikan instruksi kepada siswa untuk melakukan gerakan yang diarahkan kemudian hasil yang didapatkan oleh seluruh siswa di catatan untuk dimasukkan kedalam link penyimpanan data yang digunakan pada instrument tes ini.
Hasil capaian positif kegiatan ini yaitu diperoleh website sederhana untuk memasukkan hasil tes yang dilaksanakan oleh siswa. Dari hasil tes yang dilakukan di SMPN 7 Kediri dari 58 siswa diperoleh data kebugaran siswa pada kategori Sangat Bugar 0 siswa (0%), Bugar sebanyak 4 siswa (6,90 %), Sedang 30 siswa (51,72 %), Kurang Bugar 23 siswa (39,66 %), dan Sangat Kurang Bugar 1 siswa (1,72 %). Sedangkan di SDN Bawang 1 dari 52 siswa diperoleh data kebugaran siswa pada kategori Sangat Bugar 16 siswa (30,77 %), Bugar 31 siswa (59,62 %), Sedang 3 siswa (5,77 %), Kurang Bugar 0 siswa (0 %), dan Sangat Kurang Bugar 2 siswa (3,85 %). Jadi dari hasil data instrument yang diperoleh diatas menunjukkan, bahwa untuk menjadi acuan instrumen tingkat kebugaran siswa SMP dan SD sudah cukup baik dan layak untuk mendapatkan gambaran kondisi kebugaran siswa. Sehingga kedepannya diharapkan instrument ini juga bisa menjadi rujukan dan acuan bagi sekolah tingkat SD dan SMP yang ingin mengetahui tingkat kebugaran siswanya. Selain itu capaian hasil dari pembuatan instrument kebugaran ini didapatkan HaKi dari buku saku tata cara pelaksanaan tes.
(Brilliant Chandra Wibawa, Indra Nur Fad’li, Farid Akbar Ash shidiqie, Aldiwa Pandu Atmoko, Adji Prakasa Azis, Budi Rohmad Hidayat, Roviyan Yusuf Eka Wicaksana, Risqi Bustanul Arifin, Diki Candra Yuwono, Dedi Pardiansyah, Mokh Sabiq Khazimul Akhzab, Zulfa Oktari Rosyda, Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo, Mokhammad Firdaus, Irwan Setiawan)
Artikel asli (Kunjungi dan sitasi)
0 Komentar